Tim LPIP
Adat istiadat dan tradisi seringkali dibenturkan dengan agama. Disangka sebagai suatu kebid’ahan, topik paling rawan menjadi perpecahan antar umat Islam. Festival Tradisi Islam Nusantara diharap dapat menampik seluruh isu tersebut, sekaligus sebagai penegasan bahwa tradisi dan agama dapat hidup berdampingan.
Festival Tradisi Islam Nusantara diselenggarakan di Banyuwangi, daerah yang terkenal akan keragaman seni dan tradisinya. Beragam tradisi islami yang mewarnai kehidupan santri di Tanah Air ditampilkan dalam festival tersebut. Mulai dari Lalaran Alfiyah yang ditampilkan secara kolosal oleh 500 santri dan santriwati Nusantara yang menimba ilmu di berbagai pondok pesantren di Banyuwangi hingga pagelaran hadrah yang berkolaborasi dengan seni tari rodat syiiran dan juga diikuti oleh Banser, Ansor, IPNU, IPPNU serta Pagar Nusa. Selain itu, juga diadakan focus group discussion dengan tema menggali tradisi Islam Nusantara sebagai bagian peradaban dunia, bakti sosial, penganugerahan tanda jasa Bintang Kebudayaan kepada KH. Ali Manshur Shiddiq selaku penggubah Shalawat Badar sekaligus penyerahan hadiah umroh kepada keluarga yang bersangkutan serta ditutup dengan acara puncak bershalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.
Makna tersirat dari penyelenggaraan festival ini diungkapkan oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf dan disambung oleh pernyataan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Pagelaran Festival Tradisi Islam Nusantara, seperti disampaikan KH Yahya Cholil Staquf, adalah bagian dari penguatan spiritual dan kultural. Tradisi, menurutnya, sepanjang sejarah peradaban manusia, selalu menjadi pondasi penting bagi strategi merebut masa depan.
"Dalam tradisi Islam Nusantara bukan hanya terhadap unsur budaya yang bernilai, tetapi terdapat barokah di dalamnya," kata Ketua Umum PBNU itu. Presiden Jokowi sepakat dan bersyukur tanah air Indonesia merupakan zamrud khatulistiwa berbagai suku, bahasa, dan budaya yang beragam dalam Bhineka Tunggal Ika.
"Seni dan budaya bukan hanya tontonan, tetapi juga mengandung pesan tuntunan hidup untuk selalu mengingat keagungan Allah, mengajak Amar Ma'ruf Nahi Mungkar, menghaluskan rasa, memperkuat toleransi, moderasi menjaga keharmonisan serta memperkuat sistem sosial dalam masyarakat kita nusantara," tutup Presiden Jokowi.
2 Komentar
canlı sex hattı
BalasHapusheets
salt likit
salt likit
puff bar
KGL
https://saglamproxy.com
BalasHapusmetin2 proxy
proxy satın al
knight online proxy
mobil proxy satın al
7BUEM