SURABAYA – PK IPNU IPPNU Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar Malam Puncak GEMA AKBAR NUSA FEST (GANF) 2026. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Acara tersebut bertempat di Islamic Centre Surabaya dengan menghadirkan Gus Ahmad Kafabihi Mahrus. Hadir pula Ning Sheila Hasina Zamzami. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian GANF 2026.
GANF 2026 mengusung tema “Hijrah Pemuda: Berkarya dalam Aksi, Bersuara untuk Negeri”. Tema tersebut mengangkat semangat perubahan generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kepedulian sosial. Pemuda juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan melalui karya. Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai rangkaian kegiatan.
Rangkaian GANF 2026 telah dimulai sejak 1 September 2026. Kegiatan diawali dengan pembukaan pendaftaran perlombaan. Terdapat empat cabang kompetisi yang diselenggarakan. Cabang tersebut meliputi Musabaqah Dai Muda (MDM). Selanjutnya, terdapat Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Dua cabang lainnya ialah desain poster dan esai ilmiah.
Seluruh cabang perlombaan diikuti dengan total 70 peserta. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia. Beberapa daerah asal peserta meliputi Jember dan Malang. Peserta lainnya berasal dari Bandung dan Pati. Keikutsertaan tersebut memperlihatkan jangkauan kompetisi berskala nasional. Para peserta menunjukkan kemampuan melalui bidang masing-masing.
Setiap cabang memiliki tahapan dan mekanisme penilaian. Peserta mengikuti proses kompetisi hingga tahap final. Penyelenggara kemudian menetapkan para peraih penghargaan. Kategori penghargaan meliputi juara pertama, kedua, dan ketiga. Terdapat pula kategori juara favorit. Khusus cabang esai, tersedia penghargaan Best Innovation. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi penyelenggara.
Sesi awarding menjadi salah satu agenda utama. Pengumuman pemenang menghadirkan suasana penuh ketegangan. Para finalis menantikan hasil penilaian dewan juri. Setiap pengumuman menjadi momen yang dinantikan peserta. Para pemenang kemudian menerima penghargaan sesuai kategori. Momen tersebut menutup perjalanan kompetisi GANF.
Malam puncak juga menghadirkan pengajian umum. Sekitar 200 orang menghadiri kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas peserta lomba dan alumni. Mahasiswa serta masyarakat sekitar turut hadir. Kehadiran berbagai kalangan menambah suasana kebersamaan. Pengajian menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan keislaman.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ahmad menyampaikan pesan. Pemuda harus terus berkembang menjadi lebih baik. Setiap hari menjadi kesempatan memperbaiki kualitas diri. Beliau mengangkat keteladanan Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim dikenal teguh mempertahankan keyakinannya. Beliau menolak penyembahan berhala dan menjaga ketauhidan.
Gus Ahmad juga mengangkat kisah Ashabul Kahfi. Kisah tersebut menggambarkan keteguhan sekelompok pemuda beriman. Mereka mempertahankan keyakinan di tengah tekanan. Keberanian menjaga prinsip menjadi pelajaran penting. Pemuda perlu memiliki pendirian dalam kehidupan. Mereka juga harus berani melakukan perubahan positif.
Sementara itu, Ning Sheila membahas konsep Jahil Murakkab. Istilah tersebut menggambarkan ketidaktahuan terhadap kebodohan sendiri. Seseorang belum menyadari kekurangan dalam dirinya. Kondisi tersebut dapat menghambat proses perubahan. Kesadaran diri menjadi langkah awal perbaikan. Setiap individu perlu mengenali kekurangannya terlebih dahulu.
Ning Sheila turut menekankan pentingnya sikap tawadhu. Tawadhu berarti rendah hati dalam kehidupan. Seseorang tidak seharusnya merasa lebih baik. Setiap orang perlu terbuka terhadap nasihat. Kesediaan mendengarkan menjadi bagian proses perbaikan. Perubahan harus tumbuh melalui kesadaran pribadi.
Kedua materi tersebut selaras dengan tema GANF. Hijrah membutuhkan kesadaran dan keteguhan prinsip. Perubahan juga memerlukan kemauan memperbaiki diri. Pemuda perlu terus belajar dari pengalaman. Mereka harus berani mengembangkan potensi dan kreativitas. Nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga meninggalkan kesan bagi peserta. Salah satu peraih juara ketiga esai yang kerap disapa Danar turut menyampaikan apresiasinya. Ia mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara GANF. Peserta tersebut mengapresiasi kesempatan berkompetisi. Ia juga menyoroti keramahan seluruh panitia. “Ramah dan humble semua kakak panitia,” ungkapnya.
Peserta tersebut turut menyampaikan harapan bagi GANF. Ia berharap kegiatan berikutnya semakin berkembang. “Semoga ke depannya GANF makin sukses dan berjaya”. Ungkapan tersebut menjadi bentuk apresiasi peserta. Pengalaman kompetisi memberikan kesan tersendiri baginya. GANF juga menjadi ruang membangun relasi. Peserta memperoleh pengalaman selama mengikuti perlombaan.
Melalui GANF 2026, penyelenggara menghadirkan ruang kompetisi yang menjadi sarana pengembangan potensi generasi muda. Pengajian memperkuat nilai keislaman dan kesadaran diri. Keduanya berpadu dalam satu rangkaian kegiatan. Semangat hijrah diharapkan terus tumbuh setelah acara. Pemuda diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata.
Malam Puncak GANF 2026 menjadi penutup rangkaian. Namun, semangat berkarya diharapkan terus berlanjut. Pengalaman kompetisi menjadi bekal bagi peserta. Pesan pengajian menjadi pengingat untuk memperbaiki diri. Harapannya, kegiatan ini mampu melahirkan generasi berprestasi. Generasi yang kreatif, berdaya saing, dan berakhlak mulia.



0 Komentar