Surabaya – Pimpinan Komisariat (PK) IPNU IPPNU Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar Cakrawala Intelektual Batch 2 di Pelataran Gedung G10 FEB UNESA. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari anggota dan pengurus. Acara dipandu Rekanita Faiza sebagai MC, dengan Rekan Halim sebagai moderator dan Risilva Aulia Febriani, S.Pd. sebagai mushohih.
Di awal acara, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengulas tema “Apakah Islam Itu Patriarki?” berdasarkan booklet yang telah dibagikan. Moderator kemudian meminta tiap kelompok menyampaikan hasil pembahasannya dalam forum besar.
Pada diskusi ini,
sejumlah peserta menilai persoalan ini lebih berakar pada warisan budaya
daripada ajaran Islam. Pembagian peran yang kaku, seperti anggapan laki-laki
identik dengan logika dan perempuan dengan perasaan, dinilai keliru karena
logika tidak mengenal gender.Sejarah Islam juga mencatat perempuan yang
memimpin dan berdaya, seperti Ratu Bilqis dan Khadijah. Namun, peserta lain
menyebut hukum Islam memang memberi ketentuan berbeda dalam beberapa aspek,
seperti kesaksian, waris, dan imamah. Soal pembagian peran rumah tangga,
peserta sepakat hal itu bergantung pada kesepakatan bersama.
Setelah seluruh pendapat disampaikan, Risilva Aulia Febriani, S.Pd. mengulas lebih dalam bahwa patriarki dapat dilihat dari dua sisi, yaitu agama dan budaya, sehingga tidak bisa langsung diputuskan. Menurutnya, Allah tetap memuliakan perempuan, dan IPNU IPPNU telah membuktikan kesetaraan peran lewat pemisahan kepemimpinan serta AD/ART yang berbeda. Ia juga berpesan agar nilai kebermanfaatan tidak dilupakan, termasuk di rumah masing-masing.

0 Komentar