Menjadi seorang kader Nahdlatul Ulama merupakan suatu tantangan
tersendiri bagi para pemuda NU, terutama bagi kader IPNU IPPNU. Kader IPNU
IPPNU di zaman sekarang berbeda dari zaman sebelumnya, sekarang kita dituntut
untuk lebih aktif dan mengikuti arus perkembangan zaman, supaya kita dapat
mengamalkan nilai-nilai Aswaja ke dalam Lini di kehidupan sehari-hari.
Salah satu bentuk kegiatan yang melatih Pemuda untuk menjadi kader
yang berkualitas adalah mengikuti Duta IPNU IPPNU, seperti yang dilakukan oleh
PK IPNU IPPNU Universitas Negeri Surabaya. Even Duta yang rutin dilaksanakan 1
tahun sekali kali ini dilaksanakan dengan sangat meriah, dengan mengusung tema
"Smart and talented with good character as IPNU IPPNU ambassador for a
bright future". Diharapkan para peserta terlatih menjadi kader IPNU
IPPNU yang cerdas dan memiliki kepribadian yang baik serta dapat mengenalkan
organisasi ke masyarakat
luas.
Dalam pelaksanaannya Duta IPNU IPPNU tahun 2024 ini diikuti oleh 65
peserta, 15 peserta dari IPNU dan 40 peserta dari IPPNU. Dalam pelaksanaannya
mereka melewati beberapa tahap seleksi mulai dari pembekalan, yang mana dalam
pembekalan mereka dibekali dengan materi Public Speaking, Personal
Branding, Self Improvement, Catwalk dan juga Beauty Class. Peserta
malalui beberapa tahapan seleksi, mulai sari seleksi awal, semifinal dan
terakhir diambil 8 orang untuk berada di tahap akhir grand final.
Saat grand final para grand finalis beradu
argumen beradu kemampuan untuk memikat hati para juri, yang akhirnya
diperolehlah pemenang dari duta IPNU IPPNU 2024 Rekan Aminul khafid dan
Rekanita Izzatul Laila
Dengan terlaksananya program Duta IPNU IPPNU ini diharapkan dapat
melahirkan generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan juga memiliki
karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah. Program ini
juga sekaligus menjadi peran nyata pengurus dalam membentuk dan menaungi bakat
minat para anggota sehingga dapat membantu membentuk karakter mereka yang siap
untuk menjadi generasi muda yang unggul dan berguna bagi nusa bangsa dan agama.
Penulis: Muhammad Fadghim Allabiq

0 Komentar