Merawat Marwah Pondasi Negara Dengan Program NU Women

 

Tim LPIP

    Wanita merupakan makhluk Tuhan yang istimewa dalam segenap kerapuhan yang menjadi kodratnya. Banyak sosok wanita yang disebutkan bersamaan dengan azab dan siksa dalam Quran, namun pujian dan perintah perlindungan Allah terhadap wanita dalam kalam-Nya juga tak kalah menentramkan, mengisyaratkan perlunya penjagaan marwah wanita secara individu maupun global. Wanita juga disebut sebagai indikator kuatnya pondasi suatu negara. Berkaca dari hal tersebut, NU menyadari urgensi diadakannya program khusus  yang memiliki tujuan pokok untuk menjaga marwah kaum hawa.  

        Adapun gerakan NU Women fokus pada tiga isu besar, yakni penguatan perlindungan perempuan dan anak, perubahan iklim yang saat ini juga telah menjadi fenomena global, serta pemberdayaan perempuan NU secara ekonomi, sosial, dan politik yang berkeadilan. PBNU mendorong penguatan perlindungan perempuan dan anak melalui pembentukan Satgas NU Women dan Bu Nyai Nusantara. Hal ini didasari masih adanya fenomena kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, adanya gerakan NU Women ini difokuskan untuk mencegah berkembangnya kekerasan di dunia pendidikan, khususnya kepada perempuan maupun anak-anak.

"Selain itu, di bidang ekonomi, dengan wiraswasta di kalangan perempuan NU, termasuk dalam gerakan kesehatan masyarakat yang kita siapkan," ucapnya.

Gus Yahya menyebut bahwa Satgas ini akan menjadi ujung tombak berbagai macam program NU Women untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

        Diharapkan dengan berjalannya program ini dapat semakin meningkatkan daya juang dan power kaum wanita dan anak, khususnya di kalangan NU, serta menyasar wanita dan anak secara umum di Indonesia.

0 Komentar