Tim LPIP
Kemandirian merupakan salah satu hal yang sangat ditekankan oleh Baginda Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari berikut :
عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ، مَوْلَى عَبْدِ
الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ،
يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَأَنْ
يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ
أَحَدًا، فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ»
dari Abu Ubaid, hamba Abdurrahman bin Auf. Ia mendengar Abu Hurairah berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh, pikulan seikat kayu bakar di atas punggung salah seorang kamu (lantas dijual) lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, entah itu diberi atau tidak diberi.’” HR Bukhari.
Hadis tersebut menegaskan bahwa kemandirian bagi umat Islam adalah sebuah anjuran yang mendekati hukum fardu. Kemandirian adalah urgensi utama dalam proses pendigdayaan umat.
Oleh karena itu, NU mencanangkan program kemandirian warga NU yang disebut dengan Gerakan Kemandirian NU. Gerakan ini bersifat komprehensif, mengutip dari pernyataan Allisa Wahid, yakni pemberdayaan pada sektor pengembangan sumber daya ekonomi perkumpulan melalui unit-unit usaha, peningkatan ekonomi warga NU, pengembangan ekonomi berbasis pesantren, dan pengembangan ekonomi khusus.
Pengembangan sumber daya ekonomi perkumpulan bertujuan untuk mewujudkan kemandirian organisasi, dilakukan dengan pendirian BUMNU sampai tingkat struktur Pengurus Cabang NU.
Pada agenda peningkatan ekonomi warga NU, PBNU berinisiatif memfasilitasi ekonomi Nahdliyyin dan Nahdliyyat dengan berbagai program terkait seperti penguatan ekonomi keluarga, literasi dan edukasi keuangan, penyemarakan koperasi warga NU, pengembangan ekosistem usaha, penguatan akses permodalan, dan pemasaran. Lembaga Perekonomian NU mengembangkan program tiga pilar yaitu Bisa Kerja, Bisa Bisnis, dan UMKM Meroket. Sementara Lembaga Pengembangan Pertanian NU berfokus pada pengembangan usaha pertanian dan agribisnis di antaranya dengan program peternakan ayam dan penyediaan benih.
Pesantren yang merupakan komponen dasar NU tentunya
memegang peran tak kalah penting.
Pengembangan ekonomi pesantren meliputi pendidikan
kewirausahaan dan keterampilan kerja santri, pendirian badan usaha milik
pesantren, dan program pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi warga
sekitar. Sedangkan pada agenda peningkatan ekonomi khusus, PBNU berfokus pada
pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan kegiatan ekonomi perempuan dan
difabel.
Empat strategi tersebut disusun dalam rangka mengakselerasi
tujuan kemandirian bagi organisasi dan para nahdliyin. Agenda-agenda strategis
tersebut dapat berjalan karena dukungan berbagai pihak di antaranya kementerian
dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, badan usaha milik swasta.
Beberapa kerja sama yang telah dirintis adalah program
wirasantri dengan Kementerian Koperasi & UKM, program kemandirian pesantren
dengan Kementerian Agama dan Bank Indonesia, program perdagangan dengan
Kementerian Perdagangan, dan berbagai program lainnya.
Sumber : https://www.inilah.com/alissa-wahid-beberkan-4-agenda-strategis-wujud-kemandirian-ekonomi-nu
0 Komentar