Mengenal Kaderisasi dalam IPNU IPPNU

 

Mengenal Kaderisasi dalam IPNU IPPNU

Oleh 

Darojatar Rofi'ah 

Nindy Heksari Mardini


Assalamualaikum rekan-rekanita… Tau nggak sih, Apa itu kaderisasi? Menurut KBBI, kaderisasi berasal dari kata “kader” yang berarti “orang yang diharapkan akan memegang peran yang penting dalam sebuah organisasi.” Sedangkan kaderisasi sendiri bermakna suatu proses dalam membentuk kader-kader baru dalam sebuah organisasi. Nah, yang disebut kader dalam IPNU IPPNU UNESA meliputi anggota, pengurus, serta demisioner yang terlibat dalam organisasi yang tercatat dalam AD/ART PKPT IPNU IPPNU UNESA. Jadi, kita-kita ini adalah kadernya IPNU IPPNU terkhusus PKPT IPNU IPPNU UNESA.

Dalam IPNU IPPNU, selalu ada departemen yang bertugas menangani persoalan kaderisasi. Di PKPT IPNU IPPNU UNESA sendiri depatemen itu tak bukan tak lain adalah departemen Kaderisasi. Dalam PKPT IPNU IPPNU UNESA, departemen Kaderisasi menyediakan dua kegiatan pengkaderan, yaitu MAKESTA dan LAKMUD. Apakah hanya itu pengkaderan dalam IPNU IPPNU secara umum? Oh tentu tidak. Nah, apa saja sih tingkatan pengkaderan IPNU IPPNU? Simak pembahasan berikut ini. Check it out!

Pengkaderan dalam IPNU IPPNU dibagi menjadi pengkaderan formal dan non formal. Pengkaderan formal meliputi :

1.    Makesta (masa kesetiaan anggota)

Proses pengkaderan yang pertama ini pasti sudah tidak asing lagi di kalangan rekan-rekanita. Makesta adalah pelatihan singkat sebagai syarat sebelum benar-benar menjadi anggota organisasi IPNU IPPNU yang memuat materi-materi maupun kegiatan dengan tujuan memberikan pemahaman pentingnya organisasi, ideologi paham aswaja, ke-NU-an, ke-IPNU-IPPNU-an, kepemimpinan, dan mengajak untuk selalu berjuta (belajar, berjuang, bertaqwa). Dengan mengikuti makesta kita dapat memperoleh banyak manfaat diantaranya, dapat menambah relasi, mendapat pengalaman organisasi, memiliki skill berorganisasi, melatih public speaking agar dapat lebih baik lagi. Bentuk umum kegiatan makesta dapat berupa pemberian materi dengan ceramah, berdiskusi, berpendapat, penugasan, games dan outbond.

2.   Lakmud (Latihan Kader Muda)

Latihan kader muda atau biasa disingkat dengan lakmud adalah pelatihan formal setelah makesta yang memuat materi dengan tujuan menekankan pembentukan watak, motivasi pengembangan diri, keterampilan berorganisasi serta pembentukan standard kader sehingga diharapkan dapat menciptakan kader yang teguh dalam ajaran aswaja, memiliki kesadaraan sosial yang tinggi, memiliki keterampilan organisasi yang memadai serta menjadi kader militan dalam menghidupkan berorganisasi. Selain alumni makesta, alumni diklatama juga diperbolehkan mengikuti lakmud.

3.      Lakut (Latihan Kader Utama)

Lakut adalah pelatihan lanjut dengan tujuan membentuk kader ideal yang mampu mengembangkan pengetahuan, sikap, serta skill organisasi secara optimal dan professional sehingga dapat digunakan di lingkungan sosial kemasyarakatan dengan tetap berpegang aswaja NU. Kader yang telah mengikuti Lakmud sudah dapat terjun ke tingkatan pimpinan anak cabang bahkan ke pengurus pimpinan wilayah. Lakut dapat diikuti oleh kader yang telah mengikuti syarat administrative berupa makesta dan lakmud. Lakut dianggap penting karena berperan dalam mencptakan kader penerus perjuangan kepengurusan yang unggul.

Sedangkan perngkaderan Non formal meliputi :

1.    Latin (Latihan Instruktur)

Latin adalah sebuah latihan jenjang pengkaderan yang dikhususkan untuk mencetak fasilitator dan pelatih yang handal serta mampu mengembangkan kualitas kepemimpinan. Peserta dari Latin adalah pengurus IPNU yang aktif serta telah megikuti makesta, Lakmud, dan Lakut. Latin merupakan fase pengkaderan instruktur untuk membangun dan memperkuat basis pengkaderan, sehingga setelah mengikuti latin diharapkan dapat menjadi kader IPNU yang siap mengabdi untuk terjun dalam pengawasan kaderisasi.

2.    Latpel (Latihan Pelatihan)

Sama halnya dengan latin, latpel sebuah latihan jenjang pengkaderan yang dikhususkan untuk mencetak fasilitator dan pelatih yang handal serta mampu mengembangkan kualitas kepemimpinan. Perbedaan latpel dan latin ada pada peserta yang mengikuti, peserta latpel adalah pengurus IPPNU yang aktif serta telah megikuti makesta, Lakmud, dan Lakut. Latpel merupakan fase pengkaderan instruktur untuk membangun dan memperkuat basis pengkaderan, sehingga setelah mengikuti latpel diharapkan dapat menjadi kader IPPNU yang siap mengabdi untuk terjun dalam pengawasan kaderisasi.

Selain pengakaderan formal dan non formal, ada satu lagi yang pengkaderan yang juga pastinya tidak asing yaitu pengkaderan yang selanjutnya disebut CBP KPP. CBP KPP ini termasuk dalam lembaga semi otonom IPNU IPPNU. Pengkaderan dalam CBP KPP meliputi;

1.     Diklatama (pendidikan dan latihan pertama)

Diklatama adalah Pendidikan dan Pelatihan (setara makesta) yang memiliki sasaran untuk memperkenalkan IPNU & IPPNU secara umum dan CBP-KPP terkhusus kepada calon anggota baru CBP-KPP yang akan menjadi anggota CBP-IPNU & KPP-IPPNU secara sah sekaligus membangun komitmen dan watak dalam dalam pengkaderan, kepanduan, kedisiplinan serta penguatan wawasan kebangsaan dalam membela negara. Peserta yang mengikuti diklatama adalah anggota IPNU atau calon anggota CBP yang berusia 15-25 tahun serta patuh dan taat kepada organisasi IPNU dan CBP. Secara umum, materi yang diberikan pada diklatama mencakup aswaja, ke-NU-an, ke-IPNU-an, ke-CBP-an, komunikasi dan kerjasama tim, wawasan kebangsaan, PBB, SAR, kebijaksanaan pengelolaan lingkungan, dan sosiologi pedesaan/perkotaan. Peserta yang telah/pernah mengikuti diklatama merupakan peserta yang diperbolehkan mengikuti lakmud.

2.    Diklatmad (pendidikan dan latihan madya)

Diklatmad adalah pendidikan dan latihan (setara lakmud) dengan sasaran untuk meningkatkan kualitas kader IPNU secara umum dan CBP terkhusus kepada para anggota yang pernah melaksanakan tugas CBP dan memperkokoh komitmen kader dalam membangun bangsa. Peserta yang dapat mengikuti diklatmad adalah peserta yang telah mengikuti Diklatama berusia 17-27 tahun dengan tanpa catatan negative pada organisasi serta patuh dan taat kepada organisasi IPNU dan CBP. Secara umum materi yang diberikan pada diklatmad mencakup aswaja, ke-NU-an, ke-CBP-an, komunikasi masa, pembangunan daerah, pecinta alam, analisa realita atau sosial, SAR, dan manajemen penanggulangan bencana. Meskipun diklatmad setara dengan lakmud, namun alumni makesta tidak dapat mengikuti diklatmad.

3.   Diklatnas (pendidikan dan latihan nasional)

Diklatnas adalah pendidikan dan latihan dengan sasaran untuk memantapkan kader IPNU secara umum dan CBP terkhusus di tingkatan wilayah dan nasional agar kader CBP dapat secara maksimal dapat mengabdi kepada bangsa dan negara. Peserta yang dapat mengikuti diklatnas adalah peserta yang telah mengikuti diklatmad dengan usia 20-30 tahun serta taat dan patuh kepada peraturan organisasi. Secara umum, materi yang diberikan pada diklatnas mencakup aswaja, ke-NU-an, ke-CBP-an, wawasan nusantara, komunikasi massa, wawasan internasional, Search and Rescue, dan keprotokolan.

Wah, banyak sekali ya, pengkaderan dalam IPNU IPPNU. Semakin banyak kita mengikuti pengkaderan, semakin banyak pula ilmu yang kita dapatkan serta makin banyak pula tali silaturrahim yang kita jalin. Apakah pengurus wajib mengikuti pengkaderan? Sudah pasti jawabannya adalah iya. Sebab ilmu-ilmu dalam kegiatan pengkaderan akan kita gunakan dalam menjalani periode kepengurusan. Semoga tulisan joinan kali ini dapat membawa manfaat serta ilmu baru bagi kita yang membacanya. Aamiin..

Salam Berjuta!

0 Komentar