Peran Pemuda Dalam Menyambut Era Industri 4.0

Oleh:
INAYAH WULANDARI

Dewasa ini teknologi berkembang dengan begitu pesat dan akan terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Teknologi sudah masuk dalam berbagai lini kehidupan manusia bahkan saat ini bisa dikatakan sebagai kebutuhan dasar. Di era globalisasi seperti sekarang ini, ketergantungan masyarakat akan teknologi sangatlah tinggi. Sebagai contoh, maraknya ojek online, yang kemudian memberikan dampak yang besar bagi kebiasaan masyarakat. Mudahnya askses dan harga terjangkau membuat masyarakat banyak menggunakan ojek online.


Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang hidup dalam lingkup global, dan dalam perkembangannya tidak akan bisa dilepaskan dari teknologi. Sebagai negara berkembang, Indonesia dianggap masih kurang mampu dalam penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan. Menurut mantan Menteri dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Alisjahbana, kemajuan teknologi di Indonesia masih rendah. Ada beberapa indikator yang membuktikan rendahnya tingkat teknologi di Indonesia, seperti kurangnya kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melihat kemajuan teknologi yang begitu pesat dan menyeluruh seperti sekarang ini, dibutuhkan kemapanan dan inovasi yang kongkrit untuk siap dalam menghadapi setiap perubahan yang akan terjadi. Salah satu bidang yang paling merasakan dan terdampak oleh globalisasi adalah bidang perindustrian. Di sektor industri, sinergi kebijakannya masih lemah, dan sedikitnya jumlah ilmuwan di Indonesia. Berdasarkan data United Nation for Development Program (UNDP) pada tahun 2013, indeks pencapaian teknologi Indonesia berada pada urutan ke-60 dari 72 negara. Hal ini membuktikan masih sangat rendahnya kesiapan bangsa Indonesia dalam menyongsong era industri global.

Meski Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia pada tahun 2016 mengalami kenaikan menjadi 4,34 (skala 1-10) dari tahun sebelumnya di level 3,88, posisi Indonesia masih berada jauh di negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Indeks itu menunjukan bahwa Indonesia masih berada pada peringkat 100 besar, tepatnya 111 atau naik tiga peringkat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Di era globalisasi ini, negara-negara didunia sudah bersiap untuk menyongsong era industri 4.0. era industri 4.0  akan berbasis teknologi dan digital. Perkembangan teknologi ini juga sudah mulai diadopsi oleh negara-negara tetangga Indonesia. Seperti Singapura yang sudah memiliki robat pembersih karpet, secara tidak disadari telah mengganikan keberadaan tukang sapu. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh pemerintah Dubai yang telah mengumumkan niatnya untuk 25% dari semua bangunan baru di Dubai  akan memakai teknologi 3D printing, untuk mempercepat proses-proses konstruksi.

Era industri 4.0 bisa saja menjadi tantangan atau peluang bagi setiap negara yang ada di dunia. Bergantung pada kesiapan sumber daya manusia dan sejauh mana perkembangan teknologi yang mereka miliki. Begitu halnya dengan bangsa Indonesia, apalagi saat ini Indonesia sudah masuk dalam rana MEA (Masyarakat Ekonomi Asia). Dan dalam waktu dekat ini akan mulai mempersiapkan diri untuk menyambut era Industri 4.0. Komponen penting yang harus disiapkan oleh pemerintah disamping memperbaiki sistem perekonomian adalah kesiapan sumber daya manusia dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. Karena di era industri 4.0 semuanya akan berbasis teknologi, sehingga akan banyak terjadi pengurangan tenaga kerja. Bagi mereka yang tidak benar-benar berkompeten dibidangnya akan dengan mudah untuk di tinggalkan.

Dalam rentang waktu 2020-2035, Indonesia akan mendapatkan anugerah bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2030. Pada saat itu pertumbuhan kelompok usia produktif (umur 15-16) jauh melebihi kelompok usia tidak produktif (anak-anak usia 14 tahun ke bawah dan orang tua berusia 65 tahun keatas). Anak-anak yang saat ini berusia 15 tahun atau belasan tahun, pada saat bonus demografi mereka akan mencapai usia sekitar 30 tahunan, pada usia inilah tingkat produktifitas seorang individu dalam bekerja dan berkarya untuk bangsa. Sehinga kita perluh mempersiapkan mereka dengan ;sebaik mungkin, agar saat waktunya tiba mereka mampu menjadi generasi emas yang bisa membawa bangsa Indonesia kearah lebih baik.

Para generasi muda inilah yang kemudian akan memikili peran yang besar dalam menjalankan roda perekonomian bangsa Indonesia dimasa depan. Khususnya yang menjadi perhatian adalah era revolusi industri 4.0. Para pemuda ini harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin sehingga di masa depan mereka akan bisa berkonstribusi dan dapat bersaing dengan sumber daya manusia dari negara-negara lain di dunia. Untuk memanfaatkan peluang bonus demografi generasi muda ini harus menempa diri untuk bisa menjadi sosok generasi pencipta, yang akan menjadi penentu nasib bangsa dimasa depan.

Sejauh ini generasi muda kita sudah mulai banyak berkonstribusi untuk mendobrak perekonomian bangsa. Banyaknya pemuda yang kemudian membuat inovasi-inovasi baru diberbagai bidang. Jiwa-jiwa kewirausahaan mereka pun sekarang semakin berkembang. Terbukti dengan banyaknya online shoping yang dikelolah oleh anak-anak muda.

Salah satu kisah inspiratif yang dapat dijadikan teladan untuk generasi muda adalah keberhasilan Iman Usman dan Adamas Belva Devera dalam mendirikan RuangGuru.com yang telah berkonstribusi banyak untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Kisah lainnya adalah keberhasilan Achmad Zaky pendiri Bukalapak.com. salah satu situs jual beli online terbesar di Indonesia. Bukalapak.com memiliki visi untuk mengubah hidup banyak orang dengan memajukan UMKM lewat internet, yang menjadi salah satu bentuk dari kemajuan teknologi.

Fase dari pengembangan Bukalapak.com diselesaikan oleh Achmad Zaky dalam waktu dua bulan. Setelah selesai tahap pengembangan, Achmad Zaky kemudian mengajak para pedang di mall untuk bergabung dengan Bukalapak.com namun respon yang diberikan sangat rendah, respon positif justru didapat dari para pedagang kecil. Sehingga sejak saat itu Achmad Zaky memfokuskan Bukalapak.com untuk mengajak pelaku UMKM. Hingga saat ini sudah lebih dari 10.000 pedagang yang telah bergabung dengan Bukalapak.com.

Sebetulnya banyak hal yang bisa kita lakukan untuk berkonstribusi dalam pembangunan bangsa ini. Melalui hal sederhana namun bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat.

0 Komentar