Oleh:
ASMAUL HUSNAH
Literasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mencari sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui melalui media bacaan seperti buku, koran, majalah, dan lain sebagainya. Pada era seperti sekarang ini, kegiatan literasi atau yang biasa kita sebut dengan membaca mulai banyak ditinggalkan. Orang lebih suka untuk melihat sesuatu melalui media elektronik seperti acara-acara sinetron dan lainnya yang ada pada media tersebut. Menurut UNESCO, setidaknya saat ini ada 750 juta orang dewasa dan 264 anak putus sekolah dan minim literasi. Dari 61 negara, Indonesia berada di peringkat ke 60 dengan tingkat literasi rendah. Peringkat 59 diisi oleh Thailand dan peringkat terakhir diisi oleh Bostwana. Sedangkan Finlandia menduduki peringkat pertama dengan tingkat literasi yang tinggi. Hampir mencapai 100% . Hal tersebut menunjukkan bahwa minat baca dari masyarakat Indonesia sendiri masih sangat kurang dan perlu untuk dilakukan suatu perubahan.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan orang untuk malas berliterasi, yang pertama adalah karena faktor keluarga. Jika seseorang berada dalam lingkungan keluarga yang gemar berliterasi, maka secara tidak langsung orang tersebut akan meniru untuk melakukan kegiatan literasi. Kedua, adanya perkembangan teknologi. Kemajuan terhadap teknologi yang sangat pesat memiliki dampak positif bagi manusia sebab dengan adanya hal tersebut dapat mempermudah pekerjaan manusia. Namun bisa juga berdampak negatif jika dilakukan untuk hal-hal yang merugikan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Terakhir adalah minimnya fasilitas yang menunjang kegiatan berliterasi. Untuk itu peran pemerintah sangatlah di perlukan dalam hal ini. Minimal dengan membangun serta mensosialisasikan kepada masyarakat untuk melek huruf dan mengenai pentingnya berliterasi.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk menggerakkan kegiatan literasi adalah dengan menghadirkan perpustakaan keliling. Program ini bukan hanya sekedar menghadirkan buku kepada masyarakat, melainkan juga di isi dengan kegiatan belajar mengajar bagi anak yang memiliki keterbatasan biaya untuk sekolah. Tapi bukan berarti perpustakaan keliling ini hanya di khususkan untuk anak yang putus sekolah saja, semua orang bisa mengikutinya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Oleh sebab itu, dibutuhkan relawan guna mengajarkan dan menggalakkan kegiatan literasi kepada masyarakat.
Dengan hadirnya perpustakaan ini diharapkan masyarakat saling mendukung satu sama lain. Seperti misalnya masyarakat yang banyak memiliki buku bacaan boleh menyumbangkannya kepada perpustakaan keliling. Buku tersebut akan lebih berguna bila digunakan untuk kepentingan bersama dari pada di loakkan dan dipakai untuk bungkus gorengan. Jika tidak bisa menyumbang buku bacaan dan ingin ikut serta dalam menggerakkan minat literasi masyarakat, maka boleh membantu dengan tenaga seperti menjadi relawan untuk mengajar dan memberikan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai pentingnya berliterasi di era seperti sekarang ini. Sebab, semakin orang banyak membaca, maka semakin mudah ia dapat menguasai dunia.
0 Komentar