Juara 2 Lomba Menulis Artikel 2018


PERAN PKPT IPNU IPPNU UNESA DALAM MENINGKATKAN
EMANSIPASI WANITA DENGAN BERCERMIN PADA KARAKTER
R. A. KARTINI (SETARA NAMUN HORMAT)
Eili Supriatin Susilo Wahyuningati


PENDAHULUAN
Zaman dahulu kesetaraan derajat menjadi permasalahan. Laki-laki memiliki derajat yang lebih tinggi daripada perempuan. Hal ini menjadikan perempuan sulit untuk bergerak di luar rumah. Perempuan hanya ditugaskan di dalam rumah dan hanya ,mengurusi keperluan rumah tangganya tanpa memperoleh kesempatan untuk turut andil membangun kemajuan bagsa. Namun bertolak balik dengan zaman sekarang.
Dewasa ini perempuan memiliki karir di luar rumah merupakan hal yang sering dijumpai. Banyak perempuan yang memiliki pekerjaan atau bahkan mampu bersanding dan bekerja sama layaknya seorang laki-laki. Hal ini menjadikan perempuan banyak muncul di ruang publik. Profesi yang sering dijalani oleh perempuan adalah guru, pegawai kantoran, presenter, reporter, model, artis,  musisi, politisi, dan lain-lain.
Kemajuan pesat dalam aspek kesetaraan menjadikan kolaborasi yang baik dalam segala bidang. Banyak perempuan yang turut andil memajukan bangsa, bahkan tak jarang perempuan kini juga ditunjuk sebagai seorang pemimpin. Hal ini terwujud karena perjuangan salah satu pahlawan perempuan Indonesia, Raden Adjeng Kartini. Beliau berjuang dalam kesetaraan derajat antara laki-laki dengan perempuan, sehingga muncul ungkapan “emansipasi wanita”. Keinginannya tersebut tertuang dalam buku “Door Duisternis tot Licht” dalam bahasa Belanda dan pertama kali terbit pada tahun 1911. Buku ini dalam bahasa Indonesia adalah “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Bercermin dari karakter R. A. Kartini diharapkan kader PKPT IPNU IPPNU UNESA mampu meneladani beliau dan merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga turut berperan dalam peningkatan emansipasi wanita.

BIOGRAFI RADEN ADJENG KARTINI
Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879- meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini. Beliau adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan ribumi. Beliau berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan jawa. Ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya bernama M. A. Ngasirah. R. A. Kartini menikah dengan K. R. M.
Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.

EMANSIPASI WANITA DI ERA GLOBALISASI
Munculnya ungkapan “emansipasi wanita” bukanlah hal yang asing untuk didengar. Menurut kamus besar bahasa Indonesia emansipasi ialah pembebasan dari pembudakan, persamaan hak diberbagai aspek kehidupan. Makna konsepsi emansipasi wanita dalam pemikiran R. A. Kartini adalah keinginan untuk bebas dan mandiri. Kebebasan dan kemandirian dalam bidang
pendidikan dan kehidupan berumah tangga. Kartini ingin perempuan mendapatkan pendidikan di bangku sekolah serta menolak pernikahan poligami (Mustikawati, 2015). Jika melihat emansipasi wanita di Indonesia, kita tidak dapat melepaskan sosok pejuang kita yaitu Raden Ajeng Kartini. Sejak abad kke-19 beliau membuat surat yang ditujukan kepada teman-temnnya di Belanda. Surat tersebut mengungkapkan perjuangan perempuan dan emansipasi wanita (Mustikawati, 2015).
Menjadi perempuan di era globalisasi bukanlah hal mudah. Perempuan dituntut menjadi orang yang cerdas, mandiri, tangguh bahkan dapat setara dengan laki-laki. Perempuan dipandang penting karena dari rahim perempuanlah lahir generasi-generasi penerus bangsa yang cerdas. Kecerdasan seorang anak 60% diturunkan dari seorang ibu (Marie, 2017). Meneladani sifat Kartini yang memiliki karakter berjuang untuk dapat mengenyam pendidikan tanpa membedakan gender merupakan panutan bagi kaum perempuan, sehingga pada era globalisasi dalam dunia pendidikan sangat terbuka untuk perempuan terus belajar.

PERAN PKPT IPNU IPPNU UNESA
Peran perempuan sangatlah penting untuk kemajuan bangsa otomatis kita sebagai perempuan yang berpaham aswaja harus mampu mengambil peran di dalamnya, melalui organisasi PKPT IPNU IPPNU UNESA kita sebagai rekanita (panggilan pelajar putri) harus menyeimbangkan antara ilmu akhirat dengan ilmu dunia.
Makna sesungguhnya emansipasi wanita bagi rekanita adalah setara namun hormat. Setara yang berarti dalam menuntut ilmu, mencari pekerjaan atau profesi tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Hormat adalah meskipun kita diberi kebebasan dalam segala hal tetapi masih terdapat benang merah yang menjadi batasan antara laki-laki dan perempuan. Batasan itu adalah kita sebagai rekanita tetap menghormati kaum rekan (laki-laki). Jika dalam
pendidikan, ekonomi, dan sosial diberi kebebasan tapi rasa hormat terhadap kaum laki-laki harus tetap ada. Hal ini tercermin dalam karakter R. A. Kartini yang meskipun beliau adalah orang yang cerdas dan selalu memperjuangkan kesetaraan derajat namun tetap menghormati suaminya.
Di organisasi PKPT IPNU IPPNU UNESA ini terdapat rekan dan rekanita yang saling bekerja sama agar terlaksananya suatu program kerja. Dari kegiatan semacam ini terdapat praktik emansipasi wanita. Program kerja akan terlaksana jika antara rekan dan rekanita saling bekerja sama, saling komunikasi, saling menghormati. Kesetaraan derajat antara rekan dan rekanita tercermin juga dalam pembagian tugas, dimana antara rekan dan reknita diberi tugas yang sama tanpa membeda-bedakan, namun rekanita tetap menghormati rekan.
PKPT IPNU IPPNU UNESA memiliki peran dalam peningkatan emansipasi wanita. Semua kader PKPT IPNU IPPNU UNES memiliki hak yang sama dalam belajar, baik belajar ilmu dunia di dalam kampus maupun ilmu sosial di dalam organisasi sendiri. Dengan kesetaraan ini diharapkan kader PKPT IPNU IPPNU UNESA menjadi generasi yang mampu mencerdaskan bangsa dan tetap menanamkan nilai-nilai aswaja bagi penerus bangsa.

KESIMPULAN
Pada zaman dahulu terdapat permasalahan kesetaraan derajat antara lakilaki dan perempuan. Perjuangan R. A. Kartini sehingga muncul emansipasi wanita. PKPT IPNU IPPNU UNESA memiliki peran sebagai tempat belajar segala ilmu kehidupan dan terdapat kesetaraan derajat antara laki-laki dan perempuan. Setara namun menghormati telah diterapkan di dalam PKPT IPNU IPPNU UNESA untuk meningkatkan emansipasi wanita.

DAFTAR PUSTAKA
Marie Sophia. 2017. Penelitian Buktikan Bahwa Kecerdasan Anak Diwariskan dari Gen Ibunya. Diakses pada science.idntimes.com
Mustikawati Citra. 2015. Pemahaman Emansipasi Wanita. Jurnal Kajian Komunikasi. Volume 3, No. 1, halaman 65-70.

0 Komentar