PERAN
PKPT IPNU IPPNU UNESA DALAM MENINGKATKAN
EMANSIPASI
WANITA DENGAN BERCERMIN PADA KARAKTER
R.
A. KARTINI (SETARA NAMUN HORMAT)
Eili
Supriatin Susilo Wahyuningati
PENDAHULUAN
Zaman dahulu
kesetaraan derajat menjadi permasalahan. Laki-laki memiliki derajat yang lebih
tinggi daripada perempuan. Hal ini menjadikan perempuan sulit untuk bergerak di
luar rumah. Perempuan hanya ditugaskan di dalam rumah dan hanya ,mengurusi keperluan
rumah tangganya tanpa memperoleh kesempatan untuk turut andil membangun
kemajuan bagsa. Namun bertolak balik dengan zaman sekarang.
Dewasa ini
perempuan memiliki karir di luar rumah merupakan hal yang sering dijumpai.
Banyak perempuan yang memiliki pekerjaan atau bahkan mampu bersanding dan
bekerja sama layaknya seorang laki-laki. Hal ini menjadikan perempuan banyak
muncul di ruang publik. Profesi yang sering dijalani oleh perempuan adalah
guru, pegawai kantoran, presenter, reporter, model, artis, musisi, politisi, dan lain-lain.
Kemajuan pesat
dalam aspek kesetaraan menjadikan kolaborasi yang baik dalam segala bidang.
Banyak perempuan yang turut andil memajukan bangsa, bahkan tak jarang perempuan
kini juga ditunjuk sebagai seorang pemimpin. Hal ini terwujud karena perjuangan
salah satu pahlawan perempuan Indonesia, Raden Adjeng Kartini. Beliau berjuang
dalam kesetaraan derajat antara laki-laki dengan perempuan, sehingga muncul
ungkapan “emansipasi wanita”. Keinginannya tersebut tertuang dalam buku “Door Duisternis tot Licht” dalam bahasa
Belanda dan pertama kali terbit pada tahun 1911. Buku ini dalam bahasa
Indonesia adalah “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Bercermin dari
karakter R. A. Kartini diharapkan kader PKPT IPNU IPPNU UNESA mampu meneladani
beliau dan merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga turut berperan
dalam peningkatan emansipasi wanita.
BIOGRAFI RADEN
ADJENG KARTINI
Raden Adjeng
Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879- meninggal di Rembang, Jawa
Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat
disebut Raden Ayu Kartini. Beliau adalah seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan
Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan
ribumi. Beliau berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan jawa. Ayahnya
bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya bernama M. A. Ngasirah.
R. A. Kartini menikah dengan K. R. M.
Adipati Ario
Singgih Djojo Adhiningrat.
EMANSIPASI
WANITA DI ERA GLOBALISASI
Munculnya
ungkapan “emansipasi wanita” bukanlah hal yang asing untuk didengar. Menurut
kamus besar bahasa Indonesia emansipasi ialah pembebasan dari pembudakan,
persamaan hak diberbagai aspek kehidupan. Makna konsepsi emansipasi wanita
dalam pemikiran R. A. Kartini adalah keinginan untuk bebas dan mandiri.
Kebebasan dan kemandirian dalam bidang
pendidikan dan
kehidupan berumah tangga. Kartini ingin perempuan mendapatkan pendidikan di
bangku sekolah serta menolak pernikahan poligami (Mustikawati, 2015). Jika
melihat emansipasi wanita di Indonesia, kita tidak dapat melepaskan sosok
pejuang kita yaitu Raden Ajeng Kartini. Sejak abad kke-19 beliau membuat surat
yang ditujukan kepada teman-temnnya di Belanda. Surat tersebut mengungkapkan
perjuangan perempuan dan emansipasi wanita (Mustikawati, 2015).
Menjadi
perempuan di era globalisasi bukanlah hal mudah. Perempuan dituntut menjadi
orang yang cerdas, mandiri, tangguh bahkan dapat setara dengan laki-laki.
Perempuan dipandang penting karena dari rahim perempuanlah lahir generasi-generasi
penerus bangsa yang cerdas. Kecerdasan seorang anak 60% diturunkan dari seorang
ibu (Marie, 2017). Meneladani sifat Kartini yang memiliki karakter berjuang
untuk dapat mengenyam pendidikan tanpa membedakan gender merupakan panutan bagi
kaum perempuan, sehingga pada era globalisasi dalam dunia pendidikan sangat terbuka
untuk perempuan terus belajar.
PERAN PKPT IPNU
IPPNU UNESA
Peran perempuan
sangatlah penting untuk kemajuan bangsa otomatis kita sebagai perempuan yang
berpaham aswaja harus mampu mengambil peran di dalamnya, melalui organisasi
PKPT IPNU IPPNU UNESA kita sebagai rekanita (panggilan pelajar putri) harus
menyeimbangkan antara ilmu akhirat dengan ilmu dunia.
Makna
sesungguhnya emansipasi wanita bagi rekanita adalah setara namun hormat. Setara
yang berarti dalam menuntut ilmu, mencari pekerjaan atau profesi tidak
membedakan antara laki-laki dan perempuan. Hormat adalah meskipun kita diberi
kebebasan dalam segala hal tetapi masih terdapat benang merah yang menjadi
batasan antara laki-laki dan perempuan. Batasan itu adalah kita sebagai
rekanita tetap menghormati kaum rekan (laki-laki). Jika dalam
pendidikan,
ekonomi, dan sosial diberi kebebasan tapi rasa hormat terhadap kaum laki-laki
harus tetap ada. Hal ini tercermin dalam karakter R. A. Kartini yang meskipun
beliau adalah orang yang cerdas dan selalu memperjuangkan kesetaraan derajat
namun tetap menghormati suaminya.
Di organisasi
PKPT IPNU IPPNU UNESA ini terdapat rekan dan rekanita yang saling bekerja sama
agar terlaksananya suatu program kerja. Dari kegiatan semacam ini terdapat
praktik emansipasi wanita. Program kerja akan terlaksana jika antara rekan dan
rekanita saling bekerja sama, saling komunikasi, saling menghormati. Kesetaraan
derajat antara rekan dan rekanita tercermin juga dalam pembagian tugas, dimana
antara rekan dan reknita diberi tugas yang sama tanpa membeda-bedakan, namun
rekanita tetap menghormati rekan.
PKPT IPNU IPPNU
UNESA memiliki peran dalam peningkatan emansipasi wanita. Semua kader PKPT IPNU
IPPNU UNES memiliki hak yang sama dalam belajar, baik belajar ilmu dunia di dalam
kampus maupun ilmu sosial di dalam organisasi sendiri. Dengan kesetaraan ini
diharapkan kader PKPT IPNU IPPNU UNESA menjadi generasi yang mampu mencerdaskan
bangsa dan tetap menanamkan nilai-nilai aswaja bagi penerus bangsa.
KESIMPULAN
Pada zaman
dahulu terdapat permasalahan kesetaraan derajat antara lakilaki dan perempuan.
Perjuangan R. A. Kartini sehingga muncul emansipasi wanita. PKPT IPNU IPPNU
UNESA memiliki peran sebagai tempat belajar segala ilmu kehidupan dan terdapat
kesetaraan derajat antara laki-laki dan perempuan. Setara namun menghormati telah
diterapkan di dalam PKPT IPNU IPPNU UNESA untuk meningkatkan emansipasi wanita.
DAFTAR PUSTAKA
Marie Sophia.
2017. Penelitian Buktikan Bahwa Kecerdasan Anak Diwariskan dari Gen Ibunya. Diakses
pada science.idntimes.com
Mustikawati
Citra. 2015. Pemahaman Emansipasi Wanita. Jurnal Kajian Komunikasi.
Volume 3, No. 1, halaman 65-70.
0 Komentar