Ziarah Ampel

Anak NU tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ziarah. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, ziarah diartikan sebagai kegiatan berkunjung ke tempat yang dianggap keramat atau mulia, seperti halnya makam. Banyak makam yang dapat dijadikan sebagai destinasi (tujuan) untuk berziarah. Pada umumnya para peziarah berkunjung kepada makam orang-orang yang telah berjuang untuk mensyiarkan islam khususnya di bumi pertiwi kita ini. Salah satu tempat berziarah yang tidak pernah sepi dikunjungi oleh para pecinta ziarah di Jawa Timur, khususnya kota Surabaya adalah makam Sunan Ampel. Ampel begitu orang-orang menyebutnya, merupakan destinasi ziarah yang tidak pernah dilewatkan oleh para peziarah, hal tersebut berlaku juga bagi organisasi ekstra kampus yang satu ini yakni IPNU-IPPNU UNESA, dimana secara istiqamah setiap akan diberlangsungkannya ujian akhir semester baik ganjil maupun genap selalu menyempatkan waktunya untuk mengadakan kegiatan ziarah bersama dan yang sampai saat ini sudah menjadi acara rutinan bagi organisasi ini. Hal ini dilakukan bukan semata demi “lancarnya” ujian yang akan dilakukan, melainkan untuk tetap menyambung do’a terhadap para ulama’ yang telah mencurahkan segala yang dimilikinya demi tegaknya islam di bumi pertiwi ini. Karena apabila berdo’a dan hanya meng-khususkannya saja itu merupakan hal yang sudah lumrah, namun apabila sampai menziarahi makamnya barulah dapat dikatakan luar biasa. Karena tidak semua orang diberikan suatu kesempatan untuk menziarahi seorang Waliullah. Baik itu karena tidak adanya biaya, sakit, ataupun mempunyai biaya dan sehat wal-afiat namun tetap tidak mempunyai kesempatan untuk berziarah. Oleh sebab itu, hal tersebut dapat digolongkan sebagai nikmat yang diberikan oleh sang pencipta karena mencintai orang-orang yang dicintai sang pencipta yang dimediasi oleh kegiatan berziarah tersebut. Apabila berbicara dalil tentang bagaimana hukumnya berziarah kepada orang yang dianggap “sudah meninggal dunia” mungkin itu sudah terlalu mainstream, dan sudah banyak yang mengerti akan hal tersebut wabil khusus para muda-mudi NU. Oleh sebab itu marilah kita mencintai orang-orang yang dicintai oleh pencipta kita, sehingga kita nantinya dicintai pula oleh pencipta kita…Amiiiiiinnnn….. ( Zainullah )

0 Komentar